AWSurvey

Search-Cari Blog Lain

Saturday, May 12, 2012

Mall Have Nyonem Story II

Nah,cerita sebelumnya 'kan,kebakaran tuh,gara-gara Nyonem.Gimana lanjutannya? Ini dia!

Semua pelayan dan chef tampak kepanikan.Mereka bingung.Mereka segera mencari alat penyemprot api yang ada di mall-mall.*Ga tau namanya apa,hehe.Ternyata aku juga ndeso.
"Wah,kamu ini gimana sih,Dik?" tanya seorang pelayan dengan paniknya.Iya dong,panik.Masa,kebakaran mau santai-santai? Ya,lucu dwoong.
"Maaf Pak.Tapi,api panas ini buat persembahan saya ya,sebagai perinces disini?" Biasa,wong ndeso,enggak bisa ngomong PRINCESS,hehe.
"Biasanya kan,di film-film ada persembahan buat ratunya.Tapi,ke gunung vulkanik.Apa karena gunungnya udah makin canggih ya?" Nyonem bertanya-tanya.Tentu saja,tak ada yang memperhatikan.Semua sibuk mencari cara agar apinya dapat padam.
Jreng jreng...! PAHLAWAN KESIANGAN DATANG! ('kan udah siang,boow).Yak,ini dia Vina dengan membawa sejumlah orang yang berbondong-bondong membawa air.Byur! Plak! Byar! Gebyur! Eh,bukannya api yang padam,tapi BAJU BUTEK SI NYONEM YANG BASAH KUYUB.
"Rakyatku tercinta,kalian enggak rela ya,ngasih persembahan ke aku buat dimasukin ke api ini? Huh!" Nyonem mengelap wajahnya yang penuh dengan air.HADEH,NAMANYA JUGA BASAH KUYUB,YA,PENUH DENGAN AIR,MASA SAPI.#GANYAMBUNGBANGETYAK
"Wah,kowe kabeh iki ngopo,sih? Ngayelake tenan.Wis,wis.Aku kepengin dhelok sepatu ing ngisor.Aku arep mulih ing ndesoku lho,nek kowe kabeh podho ngono?" ujar Vina.Tak ada yang menyahut.LHA NI,DI KOTA BESAR,PAKE BASA JAWA.YA GAPAPA SIH,TAPI GA GITU-GITU JUGA KALEE.
"Wah,podho-podho wong Jowo,ki?" tanya seorang lelaki yang membawa ember biru besar berisi air.
"Maksudmu'i opo? Kowe rakyatku mbok yo,sing santun" Vina mengelak.Weh,dia malah menggebur lelaki tadi.Dia menganggapnya tidak sopan.Masih mending lo,daripada YANG LAIN MENGANGGAP VINA ORANG GILA.tapi,Vina bagaimana? Dia hanya melirik-lirik sahabatnya itu.Yah,sok lugu deh.Mungkin,Vina ketularan enggak punya malu ya,kaya Nyonem? Ckckckck...,bukan cekcakcek,tapi cicak lewat.Ckckckckck
Sesampainya di Toko Sepatu (High Heels GirlsWoman's Shop) *GATAU ARTINYA APA,NGAWUR AJA,YANG PENTING HEPII
"Weh,mbakk.Ni sepatunya aneh! Ganti namanya!" Nyonem sok memerintah.Si Mbak kasir,hanya terdiam dan tertawa-tawa kecil.
"Apa nih,bacanya? Higegeh He'els.Uaneh,mbak! Sepatunya juga aneh-aneh,belakannya dikasih kaya apa gitu.Mending,mbak jual selop aja,kaya di rumahku" ucap Nyonem.Yang lagi baca,aku pegel nih.Ngetik panjang-panjang.Huehh,tak lucu pula.
"Dik,mau beli apa,nih? Sebentar lagi TUTUP.Saya capek.Nanti,store ini akan dibuka lagi.Tapi,25 menit setelah adzan Maghrib.Silahkan Adik,.." ujar Mbaknya ramah.Nyonem berbunga-bunga.Batinnya,sih.. :
"Apa benar yah,aku ratu disini? wah,senangnya...,mestine,mbokku seneng.." Eh,itu batinnya lo,ya? BUKAN ANDA.Wkwkwkwk,ya,kalau ANDA sih,Amin aja.#JustKidding
"Bagusan sandal saya" tanggap Nyonem.BAGUS SANDALMU GIMANA,NYON? SANDALMU TUH,BUTEK DAN GAK KARUAN,INI HARGANYA RATUSAN BAHKAN JUTAAN LHO!
"Maksud Adik? Adik saja,tidak pakai alas kaki" ujar Mbak itu sambil memperhatikan kaki Nyonem yang lecet-lecet,hitam,dan dekil.#BUKANMAKSUDDIRIKUMENGEJEK
"Saya pilih yang ini saja" Nyonem memilih HighHeels supertinggi,berwarna merah muda,dengan bunga mawar merah kecil di ujung kirinya,ditambah dengan perak-perak kecil yang mengelilingi sepatu itu.Limited Edition loh,siapa mau beli? Seribu,seribu,seribu..!! Maksudnya,3 JUTA.
"Ya,Adik.Silahkan dicoba dulu.Pas enggak? Kayanya kebesaran,tuh" Mbak itu memberi sediit KRITIK.
"Hah? Dicoba saja belum,sudah begitu,Mbak ini.Ntar,saya pecat,kalo mbak kurang ajar ama saya!" Nyonem membentak-bentak Mbak itu dengan beraninya.DUREHAKAHAKA.Dipakai tuh,sama si Nyonem.Eh,waktu jalan,dia KESELEO.Jatuh,dong,.Dia kesakitan banget.Kayanya,kakinya patah.Nyonem langsng dilarikan ke rumah sakit oleh penjaga-penjaga store disekitar situ.Mbaknya malah diduga sengaja mencelakakan Nyonem.
Duh,Nyonem! Kasihan Kakak itu tau! Pakai HighHeels saja,enggak bisa.Euh,kamseupay! Yang pasti.. NDESOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!
BERSAMBUNG...


No comments:

Post a Comment